beranda | kontak   
 
  assa'adah
 
   Menu Utama
Halaman Depan
Visi dan Misi
Tujuan Pendidikan
Tenaga Pengajar
Kegiatan Belajar Mengajar
Kesiswaan dan Keasramaan
Fasilitas
Ciri Khas Pendidikan
20 Alasan Mengapa Pilih Assa'adah
Rubrik
Kirim Artikel
WebLinks
Download
Kontak
Peta Lokasi Pondok
Alumni

   Rubrik
INFO BARU !!!
Al-Qur'an dan Al Hadist
ARTIKEL ISLAM
Islam dan Kebudayaan
ARTIKEL BEBAS
Pendidikan dalam Islam
Islam, Saint dan Teknologi
fiqih
MADING (Majalah Dinding)

   Download Gratis!!
Terjemah Al-Qur'an
Kamus

   Statistik Situs
  Visitor : 29815 visitors
  Hits : 231679 hits
  Online : 7 users

   


Berkurban, taqarrabu Ila Allah!
Selasa, 24 Nopember 09 - oleh : Achyi Tri Mahathir

“Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam (Qabil dan Habil), ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata,“Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata,”Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.” (Q.S. al-Baqarah [2] : 27).
K
urban merupakan suatu bentuk amal ikhlas serta taat seorang hamba pada sang Ilahi. Asal kata kurban berasal dari bahasa arab, qarraba-yuqarribu-taqarruban, yang berarti mendekatkan. Dengan maksud, mendekatkan diri pada sang kholik, Allah SWT.
Berkurban, dalam pengertian masyarakat pada umumnya adalah menyembelih hewan sembelihan seperti kambing, domba, sapi, dan kerbau. Tapi berkurban di sini bukan sekadar berkurban dengan segala kemewahan yang ada. Allah berfirman dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 27 yang artinya,”…Dia (Habil) berkata,”Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari seorang yang bertakwa”. Ayat tersebut jelas sekali menerangkan bahwa berkurban bukanlah suatu pekerjaan biasa yang mudah dilakukan oleh banyak orang. Ada beberapa pelajaran serta hikmah yang dapat diambil dari berkurban itu sendiri. Karena berkurban adalah bukti yang sangat kuat akan keimanan dan ketaatan seorang hamba pada tuhannya dan hanya segelintir orang sajalah yang berkurban dengan hasil yang maksimal (baca diterima oleh Allah.red).
Berkurban membutuhkan keikhlasan yang lebih dari cukup untuk mengantarkan kurban pada hakikat yang sebenarnya. Ini tak lepas dari sejarah yang ada, yang mengisahkan bagaimana kuatnya iman seorang ayah (Nabi Ibrahim) yang sangat patuh terhadap Allah serta seorang anak (Nabi Isma’il) yang bersedia menerima dengan lapang dada untuk disembelih oleh Ayahnya lantaran perintah dari Allah, yang kemudian Allah menukar Nabi Isma’il dengan seekor domba besar sebelum pisau Nabi Ibrahim menyentuh leher Nabi Isma’il.
Dari kisah tersebut, bisa disimpulkan bahwa berkurban merupakan pekerjaan (amalan) yang sangat mulia, yang bisa mendekatkan diri kita pada Allah tuhan semesta alam. Selain daripada itu, berkurban pun memiliki nilai sosial yang sangat tinggi, yang dapat menyatukan umat dari berbagai pihak, terutama antara kalangan atas dan kalangan bawah. Menarik untuk diperhatikan, pasalnya dengan berkurban ini, kita tidak saja berusaha mendekatkan diri padaNya, tetapi membagi apa yang kita punya kepada seluruh orang yang berada di sekitar kita. Itu jika kita meniatkan berkuban untuk bertaqarrub pada-Nya. Lain halnya jika kita hanya ingin mendapatkan berbagai pujian bahwa kita kaya, mampu dan sebagainya. Niat memang tidak bisa kita tebak. Tapi setidaknya Tuhan kita (Allah) Maha Melihat Lagi Maha Mengetahui. Wallahu ‘Alam Bisshhowab

  kirim ke teman |   versi cetak


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

 
   
   Pencarian

cari di  
 

   Jejak Pendapat
Belajar di Pesantren Menurut Pendapat Anda :

Asyik
Biasa
Susah
Bingung
Tidak Tahu


   Link Terbaru
Assa'adah Group
[Added: 05-Sep-2009]
yahoo!
[Added: 01-Apr-2005]
google
[Added: 01-Apr-2005]
Tampilkan situs Anda di sini.
» Tambah link baru
» Browse link

   Artikel Terakhir
Metode menghafal al Qur’an
Keluhan Seorang Anak pada Ayahnya
Cinta terPaksa
Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
penciptaan manusia

   Jadwal Sholat

Jadwal Shalat untuk Daerah Banten Dan sekitarnya
Shubuh 04:43:49
Terbit 05:53:11
Zhuhur 11:53:42
Ashar 15:10:36
Maghrib 17:54:18
Isya 19:03:39

   Daftar Nilai Santri
Nilai smt 2 thn 2007-2008
Nilai smt 1 thn 2008-2009

   Infaq dan Sodaqoh

Bank BCA
No Rek. 5410027994
a/n. Neneng Huliah


Bank Mandiri
No Rek. 1160004113057
a/n. Neneng Huliah


   Profil Assa'adah
 PLAY Video

   MaDing Assa'adah
Menulis Mading
Lihat Mading

 

powered by aura|CMS| .
Pondok Pesantren Modern Assa'adah © 2008,
Jln. Raya Pamarayan Pasirmanggu Cikeusal Serang Banten.
Telp. +6281 7777 002

Artikel adalah properti kontributor, kami tidak bertanggung jawab atas artikel yang tampil di situs ini. Sindikat berita : backend.php.
| IP Anda : 38.107.191.83